Perbedaan Sablon Manual dan Sablon DTG

Kualitas sablon manual mungkin sudah banyak diketahui oleh masyarakat terutama yang sudah pernah memesan kaos dengan sablon manual. Tetapi perkembangan zaman kini telah menghadirkan sablon dengan teknik baru yaitu sablon DTG. Dimana untuk sablon DTG atau Diret to Garment ini proses sablon dilakukan dengan cara print.

Adanya pilihan teknik sablon ini pastinya akan membuat Anda mempertanyakan bagaimana kualitas sablon manual dan kualitas sablon DTG sebagai bahan petimbangan ketika akan menyablon.

 

Mengenal Perbedaan Sablon Manual dan DTG

Sablon manual maupun sablon DTG sebetulnya sama-sama menggunakan media kain untuk mencetak. Demi memberikan kemudahan serta kecepatan waktu ketika mencetak sablon kini telah hadir sablon DTG. Kualitas sablon manual maupun kualitas sablon DTG sebetulnya tidak bisa menjamin mana yang lebih unggul. Tetapi kedua jenis teknik sablon ini memiliki perbedaan. Berikut ini akan dijelaskan perbedaan sablon manual dan sablon DTG yang perlu Anda ketahui.

  1. Proses Pembuatan
    Proses pembuatan sablon manual memang lebih lama dibandingkan dengan proses pembuatan sablon DTG. Hal ini tak lepas dari peralatan yang digunakan dimana untuk sablon manual menggunakan peralatan sederhana tanpa mesin khusus sedangkan sablon DTG menggunakan mesin print. Tak heran jika proses pembuatan sablon secara manual bisa membutuhkan waktu selama 1 hari. Sedangkan untuk sablon DTG bisa menyelesaikan 1 lusin sablon kaos dalam waktu dua jam saja.
  2. Peralatan yang digunakan
    Perbedaan sablon manual dan DTG terletak pada perlatan yang digunakan. Dimana untuk sablon manual menggunakan peralatan yang berupa rakel, hairdryer, sablon frame presisi, triplek untuk kaos dan lain sebagainya. Print DTG menggunakan peralatan berupa printer DTG, mesin press, komputer, dan kompresor. Dilihat dari segi harga, peralatan sablon manual lebih murah sedangkan sablon DTG lebih maha hingga mencapai 25juta.
  3. Jumlah kaos yang dibuat
    Proses pembuatan sablon manual dilakukan dengan menentukan minal order. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi biaya produksi. Sedangkan untuk sablon DTG tidak memberikan minimal order bahkan pemesanan hanya 1 kaos saja juga dilayani. Sablon DTG dilakukan secara langsung dan tidak membutuhkan biaya pembuatan.
  4. Media
    Pembuatan sablon manual dilakukan dengan cara mencetak tinta ke dalam screen agar desain gambar yang diinginkan bisa dicetak pada kain. Sablon manual harus dilakukan dengan mencetak terlebih dahulu desain pada kertas kalkir dan membuat screen film. Untuk sablon manual ini tinta yang digunakan juga lebih bervariasi dibandingkan dengan sablon DTG. Selain itu sablon DTG juga tidak membutuhkan media apapun sehingga proses cetak hanya tinggal mengopersiakn mesin saja.
  5. Kualitas
    Perbedaan sablon manual dan DTG yang berikutnya adalah dari segi kualitas. Pada dasarnya kualitas sablon manual maupun kualitas sablon DTG tidak ada yang lebih baik satu dengan yang lain. Keduanya memiliki kaulitas yang sama-sama bagus.
    Kualitas sablon manual maupun sablon DTG bergantung pada mutu kertas transfer yang digunakan pada sablon DTG sedangkan sablon manual tergantung dari kualitas tinta yang digunakan.
    Terkadang hasil sablon DTG juga bisa mengalami retak karena kertas yang digunakan berkualitas rendah serta menggunakan printer yang biasa. Selain itu print manual juga bisa mengalami hasil sablon yang kurang bagus karena cetakan kurang menempel dengan tepat pada kain.

Melalui penjelasan diatas kini Anda bisa memperoleh wawasan baru mengenai perbedaan antara sablon manual dan digital. Dimana keduanya memiliki kualitas yang sama-sama bagus tetapi faktor-faktor peralatan yang membuat kualitas sablon manual atau sablon DTG menjadi berbeda. Namun tak perlu khawatir karena kini telah hadir berbagai jasa sablon manual maupun DTG yang siap melayani berbagai kebutuhan sablon Anda sesuai dengan desain yang diinginkan.

Leave a Reply